sanksi maksimal? kayaknya perlu dirubah

Kalo kita cermati pada peraturan perundang-undangan tentang transportasi, biasanya ada sanksi yg berlaku bila menyalahi aturan yg ada. Akan tetapi, walaupun sudah diberi sanksi yg tegas tetap saj banyak orang yg melanggarnya, ada apa?
Tak lain karena sistem pemberian sanksi yg hanya menetapkan sanksi maksimal saja.

misalnya, jika tidak bisa menunjukkan SIM akan dikenai sanksi maksimal 1 tahun penjara atau denda maksimal Rp 1.000.000,00. Jadi jika dipraktekkan dilapangan bisa saja terjadi tanpa sanksi karena hanya menetapkan batas atas atau maksimal.
Lain halnya jika ditetapkan sanksi yg ada batas bawah dan batas atas, misalnya jika tidak bisa menunjukkan SIM akan dikenai sanksi minimal 1 bulan penjara atau denda minimal Rp 250.000,00 dan maksimal 1 tahun penjara atau denda maksimal Rp 1.000.000,00.
Nah jika hukum maksimal minimal diterapkan kemungkinan besar kecelakaan berkendara akan berkurang dan tentu saja penerimaan negara melalui denda bisa meningkat. Tapi ini semua hanya opini pribadi saja yg bukan seorang ahli hukum dan ahli undang-undang, hanya seorang awam yg ingin menyuarakan keinginannya. Selamat berkendara aman, salaam

Iklan

One thought on “sanksi maksimal? kayaknya perlu dirubah

  1. jtxtop1 30 November 2015 pukul 13:56 Reply

    artikel menarik ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: