Kancil dan Serigala

Suatu ketika, setelah si Kancil berhasil membantu teman-temannya menyeberangi sungai yg terdapat banyak buaya terjadi lagi kisah yg memilukan. Setiap hari teman si Kancil berkurang satu-persatu dimakan oleh serigala. Dan karena terdesak, teman-teman kancil ini datang ke rumah si Kancil guna meminta pertolongan
“Cil, aku minta bantuannya” harap si Kelinci
“ah, bantuan apa Ci?” tanyanya dengan sedikit keheranan
“teman-temanku banyak yg dimakan oleh serigala, sekarang ini sudah waktunya si Serigala makan. Tolonglah kami Cil.”
“berdoalah pada Tuhan, semoga Tuhan membantu kalian. Aku akan berusaha membantu kalian”
Berangkatlah mereka berdua ke tengah hutan dekat dengan rumah si Serigala. Dalam perjalanan si Kancil terus memikirkan cara bagaimana mengalahkan si Serigala yg rakus itu. Tiba-tiba si Kancil berhenti di depan pohon berduri, segera saja si Kancil memotong pohon itu dan membawanya ke tengah hutan. Setelah sampai di tengah hutan, batang pohon berduri itu didirikan dan dilumuri oleh darah Kancil yg terluka akibat membawa pohon berduri tadi. Setelah itu, mereka semua langsung bersembunyi
Tak berapa lama, si Serigala datang dan mencium bau darah Kancil yg ada di batang pohon berduri itu. Tanpa pikir panjang si Serigala menjilati batang pohon berduri itu sampai-sampai lidahnya berdarah-darah. Karena keserakahan dan terbawa nafsu si Serigala sebenarnya menjilati darahnya sendiri. Semakin lama si Serigala semakin lemah hingga akhirnya mati. Seisi hutan lansung bersorak sorai atas kemenangan mereka atas Serigala yg jahat [tamat-disadur dari buku dongeng anak Indonesia]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: