Burung Gagak, Anjing dan Keserakahan

Fitur baru nih… Berhubung sekarang ini kelihatannya semakin jarang orang yg membacakan cerita dongeng, maka aku dan keberuntunganku karena aku dilahirkan pada masa televisi belum populer, jadi aku masih sering di dongengkan oleh bapakku, oh sungguh kasihan anak sekarang. Kenapa dongeng? Karena dalam dongeng, bisa dimasukkkan unsur-unsur mendidik tetapi mudah dicerna oleh anak. Ahhh gak usah bertele-tele, mari lihat selanjutnya

Alkisah, pada zaman dahulu kala hiduplah seekor burung Gagak yg punya kulit hitam legam mengkilat, kalo berbunyi parau “kaaak kaaaaaaakkk”. Saat itu si Gagak sedang terbang santai mengitari kolam yg mulai mengering dan ikan banyak yg bergelimpangan karena tidak ada air untuk bernafas.
“wah ada makanan banyak nih, cukup buat dimakan sehari, mantaaab” begitu gumam si Gagak.
Seketika itu si Gagak meluncur turun ke kolam yg airnya sudah hampir mengering itu. Si Gagak kebingungan hendak memilih yg mana. Hap, si Gagak menyambar ikan yg paling besar.
“asyyyiiiik, dapat ikan besar” gitu pikiran si Gagak sambil senyam-senyum sendiri.
Si Gagak pun terbang pulang ke rumahnya di atas pohon kapuk dan membawa hasil buruannya di mulutnya. Dia bertengger di pucuk pohon kapuk di pinggir jalan sembari memamerkan hasil buruannya ke binatang lain. Dan tiba-tiba dari bawah pohon muncullah anjing yg kelaparan.
Diendus-endus, dan si Anjing mencium bau ikan hasil tangkapan Gagak. Anjing seketika itu air liurnya menetes… Si Anjing berkata pada Gagak
“Gak, bolehkah aku meminta secuil ikanmu itu? Aku sudah lapar banget”
Si Gagak menggelengkan kepala.
“Gak, tolonglah aku, aku sudah dua hari dua malam belum makan”
Si Gagak tetap menggelengkan kepalanya. Si Anjing tak patah arang, akhirnya dengan segala akal jurusnya di keluarkan.
“Gak, kamu cantik banget, bulumu indah banget, kakimu kuat, apalagi suaramu pasti enak didengar. Gimana suaramu gak?”
Si Gagak terkecoh ama tipu daya Anjing, dia berbunyi
“kaaarrk… kaaaarrkkk…” dan ikan yg tadi dibawa di mulutnya jatuh. Dengan sigap, si Anjing langsung menerkam dan membawa lari ikan tadi sementara si Gagak hanya bisa menyesali keteledorannya. Si Anjing dengan hati gembira berjalan menyusuri sungai yg airnya mengalir bening. Tiba-tiba si Anjing melihat hewan lain yg sedang membawa ikan besar di sungai yg tidak lain adalah bayangannya sendiri. Karena dia kepengen punya makanan yg banyak, tanpa pikiran panjang si Anjing langsung terjun ke sungai untuk berebut ikan. Alhasil ikan tadi hanyut terbawa arus sungai yg deras, dan si Anjingpun dengan basah kuyup dan perasaan yg marah karena keserakahannya pulang ke rumah tanpa membawa hasil makanan… [tamat]

Naah, apa yg bisa dipetik?
1. jangan mudah terbujuk rayu orang lain
2. hilangkanlah sifat keserakahan

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: