Becak Gowes

Becak gowes, ya seperti itulah kami warga kediri menyebutnya, mungkin di daerah lain ada yang menyebut mobil gowes atau odong-odong. Kendaraan ini sebenarnya modifikasi dari becak atau sepeda tandem yg dibuat menyerupai mobil. Kendaraan ini mulai ramai saat awal bulan puasa lalu yg bertepatan dengan libur anak sekolah. Kendaraan ini selain menyehatkan juga mengasyikkan lho cukup dengan modal Rp.10.000-15.000 per jam sudah bisa keliling kota.
Tapi tak cuma bikin sehat dan mengasyikkan, becak gowes ini bisa memicu kemacetan, apalagi bila mengendarai di jalan protokol, wuuuuh maceet. Bukannya aku tak setuju dg becak gowes ini, tapi kalo penggunanya anak kecil seperti pada gambar di bawah? lha yo bahaya tho
Bahkan pak Surono seperti yg dikutip dari tribunnews.com (gambarnya keliru di tribunnews) menyampaikan:

“Polisi dapat menertibkan becak gowes jika ada dasar peraturan yang dikeluarkan oleh Dinas Perhubungan Kota Kediri,” kata AKP Surono, Kasubag Humas Polres Kediri Kota, Kamis (30/8/2012).
Becak gowes, lanjut Surono, sebenarnya tidak boleh digunakan di jalanan umum yang ramai. Becak gowes hanya cocok digunakan di tempat wisata, yang arus lalu lintasnya tidak ramai.
“Becak gowes hanya cocok digunakan di tempat rekreasi, bukan di jalanan umum,” jelasnya.

Nah lo, jadi buat para becak goweser lebih baik pilih jalur yg sepi, dan para pemilik agar bisa mengarahkan para penyewa untuk tertib saat memakainya.

kalo yg naik anak-anak gini gimana? padahal ini di jalan raya lho

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: