Naturalisasi, Kemajuan atau Kemunduran

Mungkin sudah pada tau lah gimana wajah-wajah pemain naturalisasi macam Kim Kurniawan, Irfan Bachdim dan konco-koconya yg memperkuat tim sepak bola Indonesia. Memang inilah cara yg instan mendongkrak prestasi timnas yg bisa dikatakan jeblok! Tapi apakah cara ini merupakan kemajuan? dan hasil yg diperoleh dari cara ini memang mudah dan cenderung praktis. Tapi bila hal ini terus-terusan dilakukan, bukan tak mungkin nantinya timnas akan diisi oleh muka-muka yg kurang familiar atau tak ada unsur kekhasan pemain Indonesia, kalo orang jawa bilang ‘ora njawani’ . Bukankah lebih baik dan ‘terhormat’ bila mencari bibit asli lokal yg belum ‘terkontaminasi’. Masa’ Indonesia yg memiliki warga negara lebih dari 300 juta tidak ada yg mampu bermain sepak bola dg bagus?
Lho mas, 300 juta itu kan ada yg tua dan wanita? Oke, sekarang kita maen itung-itungan.
Pertama, cewek dan cowok. Katakanlah perbandingan antara cowok dan cewek 1:2 jadi jumlah cowok saja ada 100 juta! Kedua, jumlah anak umur 10-20 tahun dikira-kira ada 30%
jadi ada sekitar 30 juta. Lha terus jumlah anak yg suka sepak bola ada sekitar 10% jadi ada sekitar 3 juta anak yg suka yg bermain sepakbola. Nah kan? Apakah dari 3 juta anak itu tidak ada yg minimal memiliki bakat alami sepak bola yg hanya diambil 24 orang saja?
Nah, pemikiranku, alangkah bijak PSSI daripada sibuk ngurusin liga yg menghabiskan dana rakyat mending mencari bibit muda yg berpotensial untuk digembleng jadi garuda muda yg perkasa macam Okto maupun Yongki.
Lha terus caranya gimana mas? Ah gampang itu, audisi dulu di tingkat desa kemudian peserta terbaik dikirim ke kota, nah dari kota dipilih dan yg terbaik kemudian ditampung di tiap provinsi. Tentu saja mereka di urus dan dicukupi semua kebutuhan mereka mulai dari sekolah sampai hal menyangkut perut. Kemudian mereka ini di tandingkan di tingkat nasional, pilih anak yg berpotensi untuk dibina ditingkat pusat. Nah selain bisa berprestasi juga memudahkan regenerasi pemain timnas. Oke?

Iklan

3 thoughts on “Naturalisasi, Kemajuan atau Kemunduran

  1. Maskur 12 Januari 2011 pukul 22:33 Reply

    Malaysia juara AFF karena memupuk bibit dalam negeri

  2. phantomxy 13 Januari 2011 pukul 09:24 Reply

    Betul, betul, betul, ditambah laser tentunya :mrgreen:

  3. arafatmbois 21 Februari 2011 pukul 15:16 Reply

    Saya cuma mau Mengomentari sedikit tentang Blog Anda yaitu Bagus dan Informatif
    Salam Kenal
    thanks

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: