bahasa Indonesia terasing di Indonesia

Postingan berikut hanya bentuk keprihatinan, bukannya sok nasionalis dan bukan sok idealis. Aku begitu miris lihat tayangan sepak bola Indonesia yg disiarkan oleh ANTV
Lihat saja di siaran langsung ANTV (liga super Indonesia), disitu tertulis menggunakan bahasa asing. Pada statistik pemain terlihat jelas kalau menggunakan bahasa asing. Pemain cadangan diganti dg ‘subtitution’ (kalo gak salah liat), pelatih diganti ‘coach’, siaran langsung diganti ‘live’ dan yg lebih parah untuk babak pertama diganti ‘first half’ (kalo gak salah artinya ‘setengah pertama’ :mrgreen: ).
Sebenernya tujuannya apasih? Apakah ditonton oleh bule? Seandainya ditonton oleh bule, kira-kira berapa persen dibanding penonton orang Indonesia?
Pernah suatu ketika bapakku tanya padaku, “Le, coc (maksudnya coach) itu apa?” lha aku kan agak kurang denger kujawab aja “kecoa” :mrgreen:
Beberapa waktu lalu pun sebenarnya sudah ku surel pihak ANTV lewat humasnya, tapi entah mengapa tidak ditanggapi.
Saran saya, ya hendaknya pake bahasa Indonesia saja, toh yg punya acara LSI orang Indonesia dan yg nontonpun kebanyakan orang Indonesia. Mbok yao kayak Italia dg bangga menamai liga mereka dg bahasanya (Lega Calcio), Spanyol dg La Liga-nya. Jika ANTV tetep memakai bahasa asing, sekalian saja para komengtator dan pembawa acaranya diwajibkan memakai bahasa asing saja. Biar tambah remuk! Lha TPI yg nyiarin liga Inggris saja memakai kata ‘langsung’, kenapa ANTV yg nyiarin liga Indonesia memakai ‘live’? oalah, janganlah seperti kacang lupa kulitnya

Iklan

Ditandai:, , , , , , , , ,

11 thoughts on “bahasa Indonesia terasing di Indonesia

  1. […] bahasa Indonesia terasing di Indonesia « blognya orang mumet […]

  2. Tafridefraaz 4 Oktober 2010 pukul 04:31 Reply

    Betul…Betul… Nggak cuma bahasa yg terasing, sastra indonesia juga sudah masuk senja kala :mrgreen:

  3. phantomxy 4 Oktober 2010 pukul 13:17 Reply

    ho oh

  4. aul 5 Oktober 2010 pukul 13:22 Reply

    contoh yang paling mudah ialah penggunaan kata “pukul” dan “jam” yang sering ditukar. Contoh yang lain ilah kata “kami” dan “kita”

  5. phantomxy 6 Oktober 2010 pukul 05:28 Reply

    benar

  6. krupukcair 7 Oktober 2010 pukul 20:28 Reply

    wah, ini memang nasionalis sekali……
    kayaknya bahasa indonesia sudah kian digerogoti oleh “orang2 dalam sendiri”… 😈

  7. phantomxy 7 Oktober 2010 pukul 22:57 Reply

    yah, bisa dibilang begitu

  8. A Seen 8 Oktober 2010 pukul 16:10 Reply

    semoga bisa diperbaiki lah

  9. phantomxy 8 Oktober 2010 pukul 21:05 Reply

    kuharap begitu

  10. dismas not dimas 9 Oktober 2010 pukul 08:52 Reply

    tapi memang sulit bro penggunaan b.Indonesia yang baik n bener… 😀

  11. phantomxy 9 Oktober 2010 pukul 14:52 Reply

    memang sulit, tapi harus juga di budayakan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: