mengapa pertamax?

Sejak awal beli black shadow dulu sampe sekarang selalu kuisi pake pertamax atau bbm beroktan 92. Pertama sih lumayan berat juga di kantong tapi lama-kelamaan gak masalah
Lho alasannya apa?
Sebenernya awal alasannya sederhana, ogah antri! :mrgreen: seperti yg kita ketahui lah gimana bejibunnya orang antri bbm 88 di SPBU yg sangat kontras dibanding antrian di pompa 92 yg sedikit.
Tapi lama-lama jadi keseringan ngisi 92. Kalo ngisi 92 itu kesannya ada prestise tersendiri.
Setelah kupelajari keunggulan 92, maka semakin mantab untuk terus memakai 92. Pernah diwaktu servis, dibukalah karburator tapi apa yg terjadi? Bersih dan seperti masih baru! hanya agak bewarna ungu (warna pertamax).
Karna aku jarang make motorku, dan kalo dipake selalu gaspol, maka gak ada salahnya aku terus memakai 92.
Kalo make 92 itu, mesin terasa halus (kompresinya 9.5), mesin selalu bersih, dan busi terbilang awet.
Nah yuk mari pake pertamax, itung-itung membantu sesama yg amat membutuhkan bensin subsidi.

Iklan

9 thoughts on “mengapa pertamax?

  1. Marwoto oto 22 Agustus 2010 pukul 06:10 Reply

    Pertamax..

  2. phantomxy 22 Agustus 2010 pukul 08:31 Reply

    sekarang harganya 6.500 :mrgreen:

  3. dismas 22 Agustus 2010 pukul 20:14 Reply

    pertamax harganya beda-beda di tiap spbu. Mulai dari Rp6500/liter – 6800/liter.

    tapi kalo pake bebek Honda yg kompresinya cuma 9,0:1, pake Pertamax kok kurang ngefek ya di mesin…

    yang ada malah ngefek di kantong… Nggak jadi modif karena duit abis…

  4. phantomxy 22 Agustus 2010 pukul 21:36 Reply

    kenapa kok gak dinaikin aja kompresinya? biar makin yahud

  5. nick69 23 Agustus 2010 pukul 04:01 Reply

    Beat uda 9.2 : 1
    Aman minum pertamax n bener2 ada efek ngacirnya..
    Malah2 ditangkinya ada anjuran menggunakan bensin tanpa timbal
    Apakah itu peretamax? :mrgreen:

  6. nick69 23 Agustus 2010 pukul 04:02 Reply

    Kalo mio 8.8 : 1 ngefek gak ya ngacirnya?

  7. phantomxy 23 Agustus 2010 pukul 06:10 Reply

    setahuku bensin yg ada di indonesia sudah tak make timbal lg, bilapun masih ada palingan hanya beberapa persen saja
    mio dipakein ptamax? mubadzir lah, lha kompresinya aja cuma 8.8

  8. tafridefraaz 23 Agustus 2010 pukul 10:19 Reply

    wah iya mirip

  9. phantomxy 23 Agustus 2010 pukul 16:53 Reply

    serupa tapi tak sama :mrgreen:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: