sebuah kisah kasih tak sampai

Pertengahan tahun lalu, tepatnya bulan Mei, sebenernya daku pengen sekali meminang dirimu. Dimataku, dirimu sungguh cantik rupawan, tiada duanya di negeri ini. Mau dibilang semok tapi kau cukup langsing, ooh pujaan hatiku ARASHI
eiits, ni bukan masalah cewek lho, tapi arashi. Tepatnya suzuki arashi. Andaikata dulu aku kagak diberitahu kalo arashi mau didiskontinue, pasti aku sudah meminangnya. Berbagai testimoni sudah kubaca, tentang kelebihannya dan kekurangannya. Nah kebetulan kemarin tanya-tanya dengan pengguna arashi
Aku: sangar bang, berapa cc? (pembuka perbincangan)
Beliau: 125 mas, hooh marem banget tampange
A: tarikannya gimana bang?
B: peh muanteb mas, nafase panjang nambah terus
A: enak dong?
B: iyo mas, tapi sayange kalo diatas 90kpj agak gak stabil
(beliau menyalakan mesin)
A: wuih suarane sangar yo
B: iyo, kaya suaranya satria F lama
A: ho oh

Gara-gara percakapan itu, aku jadi teringat perjuanganku memilih kendaraan dulu, oh betapa sedihnya diriku, hikz

Iklan

4 thoughts on “sebuah kisah kasih tak sampai

  1. asmarantaka 18 Juli 2010 pukul 14:14 Reply

    beli yg second….yg pakai kopling manual..lebih ok….trus duit sisanya buat modif….dijamin suangarrrr :mrgreen:

  2. phantomxy 18 Juli 2010 pukul 15:38 Reply

    gak bro, aku puas ama newsmashku :p

  3. dismas not dimas 18 Juli 2010 pukul 22:12 Reply

    Liat hasil test ride jaman dulu, Arashi lebih kenceng dari Shogun 125 yg lama… Bagian front covernya kegemukan bro. Jelas lebih bagus New Smash desainnya :mrgreen:

  4. phantomxy 18 Juli 2010 pukul 22:35 Reply

    memang tarikan arashi lebih mantap daripada shogun, walau sama cc. kalo desain tergantung selera lah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: